Perkembangan
Ilmu Politik
Apabila ilmu politik ditinjau dalam rangka yang lebih luas,
yaitu sebagai pembahasan secara rasionil dari berbagai aspek Negara dan
kehidupan politik, maka ilmu politik dapat dikatakan jauh lebih tua umurnya
malahan ilmu politik sering dinamakan “ilmu sosial tertua” di dunia.Pada taraf
perkembangan itu ilmu politik banyak bersandar pada sejarah dan filsafat.
•Yunani kuno, pemikiran mengenai
Negara sudah dimulai pada tahun 450 SM.
•Asia ada beberapa pusat kebudayaan
antara lain India dan cina, yang telah mewariskan tulisan-tulisan politik yang
bermutu.
•Di Indonesia kita mendapati
beberapa karya tulisan yang membahas masalah sejarah dan kenegaraan, seperti
misalnya Negara Kertagama yang ditulis pada masa majapahit sekitar abad ke-13
dan ke-15 M.
Ilmu Politik Sebagai Ilmu Pengetahuan
Umumnya dan terutama dalam ilmu-ilmu
eksakta dianggap bahwa ilmu pengetahuan disusun dan diatur sekitar hukum-hukum
umum yang telah dibuktikan kebenarannya secara empiris (berdasarkan pengalaman).
Manusia
adalah mahluk yang kreatif yang selalu menemukan akal baru yang belum pernah
diramalkan dan malahan tidak dapat diramalkan. Para Sarjana Ilmu Sosial pada
mulanya cenderung umtuk mengemukakan definisi yang lebih umum sifatnya seperti
pada pertemuan sarjana ilmu politik yang diadakan di paris pada tahun 1948.
Mereka berpendapat bahwa ilmu pengetahuan adalah “keseluruhan dari pengetahuan
yang terkoordinasi mengenai pokok pemikiran tertentu(the sum of coordinated
knowledge relative to determined subject)”.
Definisi yang serupa pernah dikemukakan oleh sesorang ahli Belanda yang
mengatakan: “ilmu adalah pengetahuan yang tersusun, sedangkan pengetahuan
adalah pengamatan yang disusun secara sistematis”.
Sarjana ilmu politik yang terkenal karena pendekatan tingkah laku politik ini
ialah Gabriel Almond ( structural functional analysis), David Easton
(general system analysis), Karl W. Deustch (communications theory), David
Truman, Robert Dahl. Pendekatan tingkah laku adalah bahwa tingkah laku politik
lebih menjadi focus dari pada lembaga-lembaga politik atau kekuasaan atau
keyakinan politik.
Definisi-definisi
ilmu politik
Sebelum mendefinisian apa itu ilmu politik, maka perlu diketahui lebih dulu apa
itu politik. Politik berasal dari bahasa Yunani “ Polis “ yang
berarti kota yang berstatus negara. Secara umum istilah politik
dapat diartikan berbagai macam kegiatan dalam suatu negara yang menyangkut
proses menentukan tujuan-tujuan dari sistem dan melaksanakan
tujuan-tujuan itu.
Menurut Miriam
Budiardjo dalam buku “ Dasar-dasar Ilmu Politik”, Ilmu Politik
adalah ilmu yang mempelajari politik atau politics atau kepolitikan. Politik
adalah usaha menggapai kehidupan yang baik. Di indonesia kita teringat pepatah gemah
ripah loh jinawi. Orang Yunani Kuno seperti Plato dan Aristoteles
menamakannya sebagai en dam onia atau the good life.
Menurut Goodin
dalam buku “ A New Handbook of Political Science”, Politik dapat diartikan
sebagai penggunaan kekuasaan sosial secara paksa. Jadi , ilmu politik dapat
diartikan sebagai sifat dan sumber paksaan itu serta cara menggunakan kekuasaan
sosial dengan paksaan tersebut.
Menurut Bluntschli,Garner
dan Frank Goodnow, Ilmu politik adalah ilmu yang mempelajari
lingkungan kenegaraan.
Menurut Seely dan
Stephen Leacock, Ilmu politik merupakan ilmu yang serasi dalam
menangani pemerintahan.
Menurut Paul Janet,
Ilmu politik sebagi ilmu yang mengatur perkembangan negara begitu juga
prinsip-prinsip pemerintahan.
Perbedaan –perbedaan dalam
definisi yang kita ketahui disebabkan karena setiap sarjana atau pemikir
politik hanya meneropong/melihat satu aspek atau unsur dari politik. Unsur yang
diperlukannya sebagai konsep pokok yang akan dipakainya untuk meneropong unsur
– unsur lain.
Dari uraian tersebut dapat
disimpulkan konsep-konsep itu antara lain :
1.
Negara (State) adalah suatu organisasi dalam suatu wilayah yang mempunyai kekuasaan
tertinggi yang sah yang ditaati oleh rakyatnya.
2.
Kekuasaan (Power) adalah kemampuan seseorang atau suatu kelompok untuk
mempengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain sesuai dengan keinginan
pelaku .
3.
Pengambilan Keputusan (Decision making) adalah membuat pilihan di beberapa
alternatif.
4.
Kebijakan umum(Public Policy) adalah suatu kumpulan keputusan yang di ambil
oleh seorang pelaku.
Pembagian (Distribution)
atau alokasi ialah pembagian dan penjatahan dari nilai-nilai (values) dalam
masyarakat
Menurut Rod Hague,
Politik adalah kehiatan yang menyangkut cara bagaimana kelompok-kelompok
mencapai keputusan-keputusan yang bersifat kolektif dan mengikat melalui usaha
untuk mendamaikan perbedaan-perbedaan diantara anggotanya.
Menurut Andrew
Heywood, Politik adalah kegiatan suatu bangsa yang bertujuan untuk
membuat, memepertahankan dan mengamandemen peraturan-peraturan umum yang
mengatur kehidupannya, yang berarti tidak dapat terlepas dari gejala konflik
dan kerjasama.
Bidang-Bidang
ilmu politik
Dalam contemporary political science,terbitan UNESCO 1950,ilmu politik dibagi
dalam empat bidang yaitu :
I.Teori politik:
1.Teori politik
2. Sejarah perkembangan ide-ide politik.
II.Lembaga-lembaga
politik:
1.UUD,
2.Pemerintahan nasional
3.Pemerintahan daerah dan local,
4.fungsi ekonomi dan sosial dari pemerintah
5.perbandingan lembaga-lembaga politik;
III.
Partai-Partai,golongan-golongan dan pendapat umum:
1.Partai-Partai Politik
2.Golongan dan asosiasi
3.Partisipasi warga Negara dalam pemerintahan dan administrasi
4.Pendapat umum.
IV. Hubungan
internasional:
1.Politik internasional
2.organisasi-organisasi dan administrasi internasional
3.hukum internasional.
V.Pembangunan politik
1 .Akibat pembangunan
cepat dibidang sosial dan
ekonomi atas tata
masyarakat.
2. peranan lembaga-lembaga politik dalam mempengaruhi perkembangan dan pembangunan
2. peranan lembaga-lembaga politik dalam mempengaruhi perkembangan dan pembangunan
Terimah kasih
Tidak ada komentar:
Posting Komentar